Jumat, 09 November 2012

ORGANISASI



Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.

Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.

Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi dalam organisasi:
1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis Partisipasi Organisasi

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi dalam organisasi, yaitu sebagai berikut:
1. Pikiran (psychological participation)
2. Tenaga (physical partisipation)
3. Pikiran dan tenaga
4. Keahlian
5. Barang
6. Uang

Syarat-syarat Organisasi

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas. 

Bentuk-bentuk organisasi

1. Organisasi politik
2. Organisasi sosial
3. Organisasi mahasiswa
4. Organisasi olahraga
5. Organisasi sekolah
6. Organisasi negara







MACAM-MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN


Berbagai organisasi-organisasi tersebut memiliki karakteristik yang beraneka ragam yang dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk mendapatkan tujuan dari unit bisnis atau organisasi tersebut.
Keragaman bentuk organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian pula yang akan kita bahas pada makalah ini seperti Organisasi Niaga, Regional dan Internasional, antara klasifikasi disetiap masing organisasi-organisasi tersebut terdapat perbedaan karakteristik pada pembentukan organisasi, tujuan organisasi maupun segi keuntungan organisasi sendiri.

ORGANISASI NIAGA

Organisasi Niaga adalah Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macamnya yaitu :
Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Komanditer (CV)
Firma (FA)
Koperasi
Join ventura
Trus
Kontel
Holding Company

ORGANISASI SOSIAL

Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
Jalur Keagamaan
Jalur Profesi
Jalur Kepemudaan
Jalur Kemahasiswaan
Jalur Kepartaian & Kekaryaan

BENTUK ORGANISASI

Bentuk-bentuk organisasi :
Bentuk Organisasi Staff
Bentuk Organisasi Lini
Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
Bentuk Organisasi Lini &Staff

Struktur / bagan organisasi memperlihatkan satuan-satuan organisasi, hubungan-hubungan & saluran wewenang & tanggung jawab yang ada dalam organisasi, digunakan untuk mengatur kelancaran organisasi. Pengertian bentuk organisasi sering disamakan dengan tipe organisasi, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi memandang organisasi dari segi tata hubungan , wewenang (authority) , dan tanggung jawab (Responsbility), yang ada dalam suatu organisasi.













Rabu, 10 Oktober 2012

CIRI-CIRI, UNSUR DAN TEORI ORGANISASI


PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

CIRI-CIRI ORGANISASI

Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.       Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
2.       Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3.       Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
4.       Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.       Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
2.       Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3.       Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

UNSUR-UNSUR ORGANISASI

Adapun unsur – unsur organisasi :
1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental

Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.

Unsur-unsur dasar organisasi
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur dasar, yang antara lain sebagai berikut :
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

TEORI ORGANISASI

Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkup kerja mereka. Teori organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Masalah adalah segala sesuatu yang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan. Ada banyak masalah yang dihadapi organisasi (kompleks) dan memerlukan pemecahan tersendiri sehingga muncul berbagai kajian untuk lebih memahami efektivitas organisasi Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat.

v  Evoluasi Teori Organisasi Terdiri atas :
·   Teori Klasik Teori tipe organisasi (Birokrasi) oleh Max Weber (Sosiolog Jerman Teori manajemen Ilmiah oleh Fredrick Winslow Taylor (AmerikaTeori ) administrative (prinsip-prinsip organisasi) oleh Henry Fayol (Prancis).
·         Teori Organisasi dan Manajemen Neo Klasik
·         Teori modern
·         Teori organisasi dan manajemen Jepang

v  Golongan Teori Organisasi Modern (Prajudi Atmosudirdjo):
·         Teori organisasi klasik
·         Teori organisasi hubungan antar manusia
·         Teori proses
·         Teori perilaku
·         Teori Sistema

v  4 Macam Teori Organisasi (Amitai Etzioni) :
·         Teori klasik (Scientific management)
·         Aliran hubungan manusia (human relations)
·         Sistem pendekatan struktural
·         Teori pembuatan keputusan

v  9 Macam Teori Organisasi (Wursanto, 2003:260-274)
·         Teori organisasi klasik
·         Teori organisasi birokrasi
·         Teori organisasi human relations
·         Teori organisasi perilaku
·         Teori organisasi proses
·         Teori organisasi kepemimpinan
·         Teori organisasi fungsi
·         Teori organisasi pembuatan keputusan
·         Teori organisasi kontingensi

v  8 Pendekatan Teori Organisasi (Harold Koontz dan Cyrill o’Donnell)
·         Pendekatan pengalaman atau kasus (the empirical, or case approach)
·         Pendekatan prilaku antar pribadi (the interpersonal behavior approach)
·         Pendekatan perilaku kelompok (the group behavior approach)
·         Pendekatan kerjasama sistem social (the cooperative social system approach)
·         Pendekatan sistem teknik sosial (the sociotechnical system approach)
·         Pendekatan teori keputusan (the decision theory-center approach)
·         Pendekatan pusat komunikasi (the communication-center approach)
·         Pendekatan operasi (the operational approach)

Teori Organisasi :
1.       Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisonal)
a.       Teori Birokrasi.
b.      Teori Administrasi.
c.       Manajemen Ilmiah.

2.       Teori Neoklasik (Teori hubungan antar manusiawi)
Ø  Menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan.

3.       Teori Organisasi Modern
Ø  Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan.


Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.











oleh : Satria Candra Pambudi
2KA28/16111631





Kamis, 04 Oktober 2012

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin, dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang dinakan secara efisian dan efktif untuk mencapai tujuan organisasi.


Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan dan eksistensi sekelompok orang tersebut. Tidak lepas dari itu organisasi  mempunyai sebuah struktur dan merupakan komponen yang sangat berpengaruh dalam terbentuknya suatu organisasi.

Adapun unusr-unsur dalam berorganisasi : manusia, kerjasama, tujuan bersama, peralatan, lingkungan, kekayaan alam.
   1.  Manusia
Manusia merupakan unsur pertama yang terpenting dalam sebuah organisasi. Dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personel. 
   2. Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu tindakan yang saling membantu antara manusia satu dengan manusia yang lainnya yang dalam kehidupan keorganisasian bertujuan untuk mencapai visi dan misi bersama-sama. Kerjasama yang kompak sangat penting untuk diperhatikan dalam sebuah organisasi karena kualitas dan kuantitas dalam pencapaian visi dan misi akan terukur dari kompak tidaknya sebuah organisasi.
   3. Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang akan dicapai. Setiap anggota organisasi diharapkan untuk mengetahui dengan jelas tujuan bersama yang akan diraih. Hal ini penting untuk dilakukan agar setiap anggota terarah dan fokus untuk meraih tujuan dalam sebuah organisasi.
   4. Peralatan
Unsur selanjutnya adalah peralatan. Peralatan disini diartikan juga sebagai sarana dan prasarana yang mendukung sebuah organisasi. Dalam sebuah organisasi peralatan berfungsi untuk mempermudah manusia atau untuk membantu manusia dalam segala bidang maupun segala hal yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi. Dengan adanya peralatan dalam sebuah organisasi maka pencapaian tujuan serta visi dan misi sebuah organisasi dapat terbantu pencapaiannya.
   5. Lingkungan
Faktor lingkungan misalnya: keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Kondisi yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap gaya gerak organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
   6. Kekayaan Alam
Yang termasuk kekayaan alam disini misalnya : keadaan iklim, udara, air, flora, fauna dan hasil tambang.


Management dan Organisasi


Management adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang – orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and mcHugh 1997). Namun pada hakekatnya management adalah proses penggunaan cara – cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan oleh kerjasama dengan orang lain tanpai mengabaikan sumber – sumber lain dan waktu yang tersedia dengan cara setepat – tepatnya.

Berikut adalah penjabaran pengertian Organisasi menurut Nickels, McHugh and McHugh 1997 :

  • Management dalam Perencanaan : Perencanaan sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian target – target yang telah di tetapkan sebelumnya, bagaimana trik – trik dalam mencapai target tersebut agar segera tercapai dengan efisien (sedikit biaya, tinggii hasil).
  • Management dalam Pengorganisasian : Pengorganisasian diadakan dengan tujuan penggolongan bagian bagian kerja sesuai kemampuan masing masing tenaga kerja yang diharapkan dapat berkolaborasi dalam mencapai targer yang telah di tentukan.
  • Management dalam Motivating : Motivating sangat terlihat keberadaannya ketika para tenaga kerja dalam keadaan tertekan, atau terlibat beberapa masalah dalam pencapaian target tersebut. Motivating ini bertujuan agar para tenaga kerja sadar dan kembali pada target awal sehingga memunculkan suatu tenaga tambahan dalam diri masing masing tenaga kerja untuk lebih semangat lagi mencapai target.
  • Management dalam Pengendalian : Pengawasan kepada setiap bagian untuk memastikan bahwa mereka tetap bekerja sesuai aturan yang telah ditentukan sejak awal.


Manajemen dan Tata Kerja

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : 
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.



Untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan. Management bertindak sebagai sebuah proses dalam pencapaian tujuan melalui kerja sama antara tenaga kerja, di dalam proses tersebut pasti akan membutuhkan suatu alat pengelompokan kerjasama yang dalam hal ini Organisasi adalah ahlinya. Agar tujuan tercapai dengan efisien, maka Metode (tata cara) menyediakan berjuta – juta cara bagaiamana mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu management, organisasi dan tata kerja merupakan komponen yang tidak dapat di pisahkan satu sama lain.


















sumber.